Wednesday, 6 June 2012

"Pacaindera"


Satu fakta dua penipuan..yg pertama kita ambil,dua buang...kenapa diam?..

Pertama,I try to be gentleman,I try to be nice,I try to be coward,I try to be romantic,I try to be a man that women like most..but,na it just not me...trying not to be hypocrite,trying not to pretend to be mr right...but,it me then...nothing change..I am just a man that still trying to craft name in the history...wow,that me..Syamsul Hardy...

"Tak akan sempurna jika si adam tak bertemu dgn si hawa dan tak melengkapi jika si hawa tak bertemu dengan si adam.. setiap makhluk cipta-Nya sentiasa berpasang-pasang.. bantulah si adam mencari tulang rusuknya yang hilang. Janganlah disorokkannya wahai kaum hawa." 

Penceritaan bermula,

Pagi ini aku melihat pungguk itu menangis,menggeletar segenap tubuhnya..liang liuk bayu malam menerbangkan bulunya..pancaran bulan memperlihatkan lagi silauan pakaiannya..pungguk kini tahu,bulan xkan jatuh ke ribanya..andai itu terjadi,maka terlerailah satu janji..punnguk ini tahu,bulan tetap setia dengan janjinya pada matahari,kan malam berganti siang..aturannya senang selang-seli..tidak mengapa kata si pungguk,dia akan setia menanti...

Dan sekali lagi,

Pagi indah nan malap,menanti mentari terbit dari ufuknya..sekali lagi aku merenung dan terus berfikir,sang kumbang tetap singgah di balik bunga..indahnya bunga hanya kumbang yang tahu..bunga hanya mampu terpaku,saat kumbang hinggap disitu..daun bunga tetap melambai..meninggalkan kumbang terbang terkapai..bukan mudah kumbang singgah di balik bunga..andainya bunga itu tahu,betapa kumbang itu rindu...sungguh ayu sang bunga di mataku,kenapa sang kumbang takut hendak berlabuh?..hanya kumbang tahu apa yang bermain dibenak fikirannya...kumbang tahu sang bunga akan layu,akan tiba 2 musim lagi untuknya mekar..bodoh sang kumbang cukup tegar!!!..tapi x mengapa kata si kumbang,dia akan setia menanti tiap pagi....

Pernah juga,


"Pagi ini aku merenung matahari,pancarannya telus menusuk bumi.tapi tengahhari tadi pancarannya terhalang dek awan dan ptg ini,aku tertanya di mana sinaran tersebut,yg hadir hanyalah titisan hujan yg rajin membasahi bumi...dan begitulah kehidupan kita.Dugaan yg timbul mengajar kita erti kehidupan,agar kita sakti ketika melakar sejarah hidup kita..hidup x selalunya gembira,ia selang seli."...

Akhir Kata,

Rumah asalnya dari bata yang dihimpun....bata yang disatukan pasir kecil...andai suatu hari rumah itu rapuh dan terus roboh...Jangan dimarah sang pembinanya...kerna apa yang setiap di dunia ini kita pinjam dari Maha Esa...tidak kira sehebat mana,sekaya mana,sehensem mana..kamu tetap barang pinjaman..ingat suatu hari nanti barang pinjaman akan kembali juga ke tuan empunya...















1001 rasa madah Sang Tamarin emas

Pada mula suaranya buatku hampir tewas,kata diriku kau xkn pernah tewas...
dan pabilaku lihat wajahnya aku benar tewas.....
sungguh wajah cantik x pernahku lihat......
dia mengizinkanku berbicara dengan nya,sungguh waktu itu aku terpaku............
Terlalu payah ego untuk mengaku.
Suara jiwa berbisik tatkala hati dihasut rindu....
Sang angin sampaikan salam rinduku...
Agar hati ini tenang,tak tegar diri dengan rindu...


Friday, 11 May 2012

Madah Sang Tamarin emas

Dingin bayu malam mengingatkan pada panglima gajah mada...pria namamya kekal menjadi lagenda seantero dunia fana..Hati batu xkan lut dengan mana kata nista sang petala...putri rebutan sang nira,lihat dengan mata mu..x endahku menjadi tetamu mu..biarkan hajat dikau,terapung berawang-awangan..sampai saat fantasinya tangan kau menggapai awan,sedangkan realitinya kakimu masih kekal utuh memijak bumi...ingatlah langit x bertali,kebesaran Ilahi jangan kau ingkari..ingat kata2 ku,aku bukan yg disangka..kerna aku bukan hebat seperti patih gajah mada!!!!!..cuna nengukir nama di batuan kecil cukup kemas,hanya sang tamarin emas...

Saturday, 21 April 2012

Mata dalam kaca,warna hitam cokolet anak mata..

Andai tertulis di luh mahfuz kau tercipta dari tulang rusuk kiriku...aku rasa bagaikan berterbangan di langit,kurasa awan dapat ku capai...kaki tidak lagi memijak bumi...terapung...namun aku tahu itu mustahil,dan aku sendiri masih fantasinya tangan meraba awan,secara realitinya kaki memijat bumi...apakah ini balasan yang aku harus terima untuk bahagia selama nya...entah saya ka awak ka kamu ka or MO...