Satu fakta dua penipuan..yg
pertama kita ambil,dua buang...kenapa diam?..
Pertama,I try to be gentleman,I try
to be nice,I try to be coward,I try to be romantic,I try to be a man that women
like most..but,na it just not me...trying not to be hypocrite,trying not to
pretend to be mr right...but,it me then...nothing change..I am just a man that
still trying to craft name in the history...wow,that me..Syamsul Hardy...
"Tak akan sempurna jika si
adam tak bertemu dgn si hawa dan tak melengkapi jika si hawa tak bertemu dengan
si adam.. setiap makhluk cipta-Nya sentiasa berpasang-pasang.. bantulah si adam
mencari tulang rusuknya yang hilang. Janganlah disorokkannya wahai kaum hawa."
Penceritaan bermula,
Pagi ini aku melihat
pungguk itu menangis,menggeletar segenap tubuhnya..liang liuk bayu malam
menerbangkan bulunya..pancaran bulan memperlihatkan lagi silauan
pakaiannya..pungguk kini tahu,bulan xkan jatuh ke ribanya..andai itu
terjadi,maka terlerailah satu janji..punnguk ini tahu,bulan tetap setia dengan
janjinya pada matahari,kan malam berganti siang..aturannya senang
selang-seli..tidak mengapa kata si pungguk,dia akan setia menanti...
Dan sekali lagi,
Pagi indah nan
malap,menanti mentari terbit dari ufuknya..sekali lagi aku merenung dan terus
berfikir,sang kumbang tetap singgah di balik bunga..indahnya bunga hanya
kumbang yang tahu..bunga hanya mampu terpaku,saat kumbang hinggap disitu..daun
bunga tetap melambai..meninggalkan kumbang terbang terkapai..bukan mudah
kumbang singgah di balik bunga..andainya bunga itu tahu,betapa kumbang itu
rindu...sungguh ayu sang bunga di mataku,kenapa sang kumbang takut hendak
berlabuh?..hanya kumbang tahu apa yang bermain dibenak fikirannya...kumbang
tahu sang bunga akan layu,akan tiba 2 musim lagi untuknya mekar..bodoh sang
kumbang cukup tegar!!!..tapi x mengapa kata si kumbang,dia akan setia menanti
tiap pagi....
Pernah juga,
"Pagi ini aku merenung
matahari,pancarannya telus menusuk bumi.tapi tengahhari tadi pancarannya
terhalang dek awan dan ptg ini,aku tertanya di mana sinaran tersebut,yg hadir
hanyalah titisan hujan yg rajin membasahi bumi...dan begitulah kehidupan
kita.Dugaan yg timbul mengajar kita erti kehidupan,agar kita sakti ketika
melakar sejarah hidup kita..hidup x selalunya gembira,ia selang seli."...
Akhir Kata,
Rumah asalnya dari bata yang dihimpun....bata yang disatukan pasir kecil...andai suatu hari rumah itu rapuh dan terus
roboh...Jangan dimarah sang pembinanya...kerna apa yang setiap di dunia ini kita
pinjam dari Maha Esa...tidak kira sehebat mana,sekaya mana,sehensem mana..kamu
tetap barang pinjaman..ingat suatu hari nanti barang pinjaman akan kembali juga
ke tuan empunya...



